Saturday, August 30, 2025

Pelita Oleh Goly Amin Priyono

Kehidupan Galih semakin hari semakin menyala seperti obor ditengah kegelapan, perjalanan mencari jatidiri terus berlanjut.

 Waktu itu sepulang dari kerja iya mengobrol dengan temannya.

"Mas suka nulis ngga"ungkap teman dengan sedikit bergurau.

"Sedikit sedikit mas, dulu aku pernah nulis, tapi bantu temen untuk lomba" jawab Galih dengan sedikit senyum.

"Oh bagus tuh kembangkan mas" bisa jadi obat lho?pungkas temannya dengan serius.

"Obat?......."ungkap Galih sambil berfikir apa yang disampaikan temannya.

Galih karena penasaran dengan jawaban temannya itu akhirnya mencari tau, ternyata menulis itu bisa sebagi  self healing.

Self healing itu semacam terapi bagi mengurangi stress yang di kepala akibat mengalami masalah yang besar. Dengan menulis bisa mencurahkan segala isi hatinya tanpa menyinggung orang lain.

Galih akhirnya terinspirasi untuk menulis lagi karena hobi menulis yang dia tekuni sempat hilang akibat banyaknya pekerjaan dan masalah yang muncul.

Hari demi hari Galih menjalani rutinitas menulis. Hal ini untuk mengurangi beban yang menumpuk, bagai gunung yang menjulang tinggi yang dengan segala keindahannya namun menyimpan sebuah misteri yang suatu waktu bisa meletus.

Begitu pun dengan masalah Galih, masalah yang kadang muncul namun kalau tidak dikelola dengan baik akan berakibat fatal bagi karir dan kesehatannya. 

Sore hari dimana awan tak nampak menunjukkan keceriaannya, dan rintik hujan yang mulai membasahi bumi pertiwi menambah suasana sore semakin syahdu.

Sepulang dari kerja, atau disaat senggang ya memegang Hpnya untuk menulis segala hal yang iya alami. Hari hari dia semakin produktif, beban yang selama ini ruwet seperti tali yang terikat sangat kencang perlahan mulai terurai.

Suasana sore yang syahdu membuat perut Galih lapar, pas kebetulan didepan rumah lewat tukang bakso.

"ting.....ting...." Bakso ....Baksoooo..." Suara tukang bakso membunyikan mangkoknya.

"Bang pesen satu" sahut Galih kepada tukang bakso.

"Baik mas". Jawab tukang bakso dengan penuh semangat.

"Ini mas baksonya" timpal tukang bakso kepada Galih.

"Baik  bang terimakasih"ini uangnya bang"

Sambil memakan bakso yang dibelinya tadi, tanpa sadar ketika iya membuka media sosial Galih pun melihat pemberitahuan tentang lomba menulis cerpen. Setelah makan bakso sampai habis Galih kemudian membacanya dengan cermat ketentuannya dan persyaratannya.

"Wah ini ada lomba menulis cerpen tapi....."

"Ini lomba tingkat internasional" apakah saya mampu ya?" ungkap Galih dalam hatinya.

Galih sadar kemampuan menulisnya baru sebatas menyalurkan hobi dan menyalurkan bakat sekaligus mengurangi beban yang sedang dijalaninya.

Hari demi hari Galih selalu kepikiran akan lomba itu, hingga iya bertemu dengan teman baiknya dan menceritakan tentang lomba tersebut. Temannya menyarankan untuk mengikuti lomba itu dan disaat bersamaan iya juga melihat status teman yang lain nge-share anak didiknya yang menjadi juara 1 lomba menulis cerpen tingkat SMA.

Galih pun akhirnya memantapkan hatinya untuk mengikuti lomba tersebut sambil mencari informasi tentang anak didik tersebut untuk sekedar sharing tentang cerpen. Arahnya sangat membantu Galih dalam membuat cerpen.

Akhirnya sebuah cerpen tersaji dan Galih pun akhirnya mengikuti lomba tersebut. Prinsip Galih pada dasarnya sangat sederhana iya hanya ingin menyalurkan hobi yang sempat hilang soal menang atau kalah itu baginya bonus dari sang pencipta.

Dan Allah itu maha baik. Kalau kita mengikuti skenario Allah akan hadirkan sesuai keinginan kita. Kebutuhan Galih terpenuhi dengan baik.

Disaat Galih butuh teman untuk ngobrol untuk mencurahkan isi hatinya. Allah hadirkan seseorang untuk sekedar mengingatkannya untuk menulis. 

Dan di tengah kebimbangan Galih untuk mengikuti lomba, Allah hadirkan seseorang yang bisa mensupport dan membimbingnya.

Dan disaat Galih tidak mengharapkan menjadi terbaik dalam lomba, Allah memberinya anugerah sebagai juara cerpen terbaik tingkat internasional.







No comments:

Post a Comment

FOKUS YANG KAMU KERJAKAN Oleh Goly Amin Priyono

 Siang itu cuaca tampak cerah membuat suasana cukup panas. Ratih adalah seorang pelajar yang sedang menempuh pendidikannya di sekolah harapa...