Siang itu cuaca tampak cerah membuat suasana cukup panas. Ratih adalah seorang pelajar yang sedang menempuh pendidikannya di sekolah harapan. Bel sekolah berdering menandakan jam istirahat telah tiba. Ratih dan temannya bergegass menuju kantin yang ada di sekolah itu, tampak mereka dengan santai mengobrol sambil memesan makanan dan minuman.
"Eh hari ini cukup panas ya" ungkap Ratih membuka obrolan
"Ya hari ini suasananya cukup panas, belum lagi tugas yang menumpuk membuat semakin hot." ungkap temannya menjawab pertanyaan Ratih dengan tertawa lepas.
Di tengah asyik mereka ngobrol mereka melihat seseorang yang termenung sebut saja Aska dan mereka menghampirinya. Aska seorang siswa yang sangat rajin dan pandai. Namun iya berbeda kelas, walaupun berbeda kelas Ratih mengenalnya karena berasal dari desa yang sama. Dia pernah menjuarai lomba mata pelajaran tingkat sekolah yang ada di situ dan akhirnya mereka menghampiri Aska dengan membawa makanan yang dia pesen tadi
"Hay Aska ko ngelamun aja, ada yang di pikirkan yah." tanya teman Ratih sambil memberikan makanan yang dibawanya.
"Ah ngga ko, cuma aku tadi ngga bisa pada mata pelajaran matematika."jawab Aska dengan penuh senyum.
"Jangan terlalu banyak dipikir Aska, nanti kamu rugi sendiri."sahut Ratih membalas senyum Aska
" Hidup itu hanya sekali, jadi jangan di pikiran tapi di cari solusinya." ungkap Ratih
"Ah kamu kebiasaan selalu menganggap enteng masalah."jawab Aska dengan serius
"Bukan menganggap enteng tapi memang itu yang harus di lakukan." ungkap Ratih meyakini apa yang dia katakan.
"Kamu tau Aska seseorang untuk mencapai kesuksesan pasti memiliki banyak rintangan, diibaratkan seorang anak yang sedang berlatih untuk berjalan, pasti sering jatuh, nanti bangun lagi hingga iya bisa berjalan, begitupun dengan manusia pasti ada hal yang kadang membuat kita jengkel kecewa terhadap apa yang terjadi, namun dari situ kita bisa belajar agar kejadian itu tidak terjadi."sahut ratih meyakinkan Aska.
percakapan mereka terus berlajut sambil meminum sebotol es yang ada di hadapan mereka.
"Justru yang digali oleh kamu sekarang kira kira apa yang membuat kamu jadi ngga bisa coba deh kamu buka lagi buku kamu, fokuskan pada apa yang kamu sedang kerjakan saya yakin kamu bisa ko mengerjakan soal itu dan menaklukannya."
lonceng berbunyi tanda mereka harus masuk ke kelas masing masing.
"Dah dulu ya Aska, besok kita lanjut lagi ngobrolnya."ungkap Ratih meninggalkan Aska, Aska pun bergegas menuju kelasnya. Hari itu Aska belajar bahwa segala apapun pada dasarnya harus sungguh sungguh dan fokus pada apa yang sedang di kerjakan dan ternyata setelah sampai di rumah Aska membuka kembali buku dan melihat secara cermat soal yang tidak bisa satu persatu langkah yang diajarkan di sekolah di praktekan hingga dia berhasil memecahkan soal tersebut.

.png)
.png)
.png)
.png)

.png)
.png)
.png)
.png)
.png)

.png)




