Di suatu sore tepat menunjukkan pukul 18.00 WIB. Galih seperti biasa pergi ke mushola dekat rumahnya. Gema adzan maghrib berkumandang, membuatnya cepat cepat menuju mushola.
Tanpa sadar dia melihat seseorang yang selama ini dia kenal. Sebut aja Pak Firman. Pak Firman adalah pimpinan Galih tempatnya bekerja. Dia selain pimpinan di sekolahnya juga seorang ulama besar di kotanya
Di saat yang bersamaan imam masjid yang memimpin shalat belum datang. Muaddzin tampak gusar dan bingung karena imam yg memimpinnya belum juga kelihatan batang hidungnya.
Tanpa basa basi karena sudah menunjukkan waktu shalat, Galih mencoba mengingatkan muadzin untuk secepatnya iqomah dan memerintahkan pak firman untuk menjadi imam. Namun pak Firman tidak mau katanya nanti nunggu lima menit lagi. Padahal Galih tau persis bahwa Pak Firman adalah ulama besar di kota asalnya. Dia yakin kalau hanya sekedar menjadi imam shalat itu hal mudah. Selesai shalat Galih berbincang dan menawarkan untuk mampir dan bercerita sambil nunggu waktu isya. Akhirnya pak Firman pun mau mengikuti ajakan Galih.
"Eh ternyata kamu rumahnya di sini ya mas" tanya Pak Firman kepada Galih dengan tersenyum.
"Iya pak" jawab Galih dengan bercerita tentang kehidupan nya. Sambil tersenyum Pak Firman pun mendengarkan cerita Galih. Galih pun bercerita banyak hal yang terjadi dalam hidupnya.
"Dalam hidup itu penuh dengan ujian mas kita harus bersabar menghadapinya, saya yakin di balik itu semua ada hikmah yang terkandung didalamnya dan kalau kamu kuat menjalani nya insya Allah kamu akan dapat hadiah yang indah dari Nya."jawab Pak Firman menyampaikan wejangannya kepada Galih.
Galih pun dengan terkesima dengan jawaban Pak firman, dari peristiwa yang dia lihat akhirnya Galih bisa belajar dari Pak Firman bahwa dia itu ulama besar tapi tidak menunjukkannya keahliannya di depan jamaah shalat magrib, dan dia berbaur dengan jamaah yang lain. Dia menyadari bahwa dia adalah orang baru dan tidak mau menunjukkan keahliannya di situ.
Terkadang banyak orang yang baru tahu sedikit tentang agama, tapi berlagak bak seorang ustadz. Padahal dalam islam tidak boleh menyombongkan diri
Pak Firman juga mengajarkan tentang kehidupan bahwa semua yang terjadi dalam hidup kita, pasti akan ada hikmahnya.
Dari peristiwa yang dia alami membuat Galih belajar jadi lebih dekat sama yang di atas, berusaha menerima apa yang telah di gariskan kepadanya dengan lapang dada dan juga jadi lebih dekat dengan kedua orang tuanya, berusaha memperbaiki hidup agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

No comments:
Post a Comment