"Ramai sekali ya bu hari ini?"membuka obrolan sampai melepas kepenatan karena kemacetan.
"Ya hati-hati fokus aja kamu nyetir" ungkap ibu Galih. Galih pun fokus dengan setir di tangannya.
Suasana kota yang ramai, hiruk pikuk masyarakat berduyun-duyun untuk melihat hiburan. Memang pada malam itu ada festival kethongan. Festival kethongan bagian dari upaya pemerintah untuk melestarikan budaya di kota itu.
"Oh ternyata ada kenthongan bu" ungkap Galih sambil fokus.
"Ya yah, nanti kita mampir dulu aja lagian jalanan macet mending mampir dulu.
Akhirnya Galih berhenti sambil memarkir kendaraannya. Lalu dia berjalan ke suatu arah tapi tampak heran kenapa warung ini jarang pembelinya.
Dihampirinya penjual warung dan memesan sebuah kopi.
"Pak pesen kopinya satu ya" ungkap Galih dengan senyum
"Baik mas" dibuatkan kopi itu oleh pelayan
"Ini mas kopinya"sahut penjual tadi
"Makasih pak" jawab Galih
Sambil meminum secangkir kopi Galih pun bertanya kepada penjual warung tadi.
"Pak Gimana hari ini dah banyak yang beli" tanya Galih kepada penjual tersebut.
"Belum ada mas?". Jawab penjual itu
Galih pun tampak heran mengapa warung ini begitu sepi padahal penonton di samping kanan dan kirinya sangat banyak, sementara disisi yang lain di sebrang jalan tampak pengunjung membeli beberapa barang dagangan yang di jajakannya. Sambil meminum kopi dan dalam hati Galih berdoa kepada sang pemberi kenikmatan agar warung ini ramai.
Ibu Galih yang berada di samping Galih tampak sangat fokus dengan pertunjukan yang di gelar.
Suasana malam itu begitu ramai dan sesekali memandang pertunjukan yang sedang di gelar. Hiruk pikuk penonton dan lalu-lalang penjual asongan menjajakan jajanannya.
Satu persatu peserta kenthongan berdatangan. Hingga tibalah pada satu regu peserta festival kenthongan dan satu rombongan tadi berhenti tepat di depan Galih dan penjual kopi tadi.
Salah satu peserta festival kenthongan berhenti karena ada salah satu personelnya meminta minum dan kebetulan persediaan minumannya habis, karena melihat warung yang menjual minuman maka mereka berhenti di warung tersebut.
"Pak ada air mineral"ungkap salah satu peserta di regu tersebut.
"Ada mas, mau berapa? Tanya pelayan tadi "Ini semua nya aja, kebetulan kami tadi kehabisan minum di jalan. Sekalian untuk persiapan aja pak." Jawab salah satu peserta tadi.
Sambil tangan bergetar penjual tadi mengantarkan seluruh botol mineral tadi kepada salah satu official.
Tampak air mata kebahagiaan, keluar dari penjual tadi. Galih dan ibunya tampak tersenyum melihat kejadian itu dan bersyukur karena akhirnya penjual itu bisa menjual minuman sampai tak tersisa.
Akhirnya Galih dan ibunya pamit ke penjual tadi karena hari mulai larut malam.
"Makasih mas, sudah membantu saya" ungkap pembeli tadi.
"Membantu apa pak? Ungkap Galih kepada penjual tadi.
"Saya kan hanya beli secangkir kopi"timpal Galih itu dengan senyum.
"Berterimakasih pada Allah pak, dialah sang pemberi segala kenikmatan dan keberkahan."ungkap ibu menegaskan kepada penjual tadi.
Penjual tadi sadar bahwa apa yang telah di ucapkan nya salah. Akhirnya beristighfar kepada Allah. Nampaknya penjual tadi meyakini bahwa dengan kedatangan Galih dan ibunya membuat dagangannya habis. Karena pernah mendengar satu kajian bahwa orang ahli ibadah dan ahli tahajud itu mendatangkan keberkahan. Pedagang itu meyakini bahwa Galih ibunya ahli tahajud karena sebelum Galih datang suasana di warung tersebut sangat sepi, padahal saat itu suasana sangat ramai tapi dagangnya tidak ada yang beli.
Akhirnya Galih dan ibunya melanjutkan perjalanan.
Dari kejadian itu Galih sadar masih banyak orang salah dalam memaknai sebuah pendapat bahwa ahli ibadah atau ahli tahajud pasti mendatangkan keberkahan.
Padahal walaupun ahli ibadah kalau perlakuan ke orang lain belum bisa baik, sedekah tidak pernah dan bersosialisasi masih kurang maka ibadah sia sia.
Ahli ibadah itu orang menjalankan prinsip kehidupan secara baik, menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim, melaksanakan wajib dan sunahnya, bersedekah, bersosialisasi dengan masyarakat dan peduli kepada masyarakat dan iklas menjalankan apa yang menjadi ketentuan apakah itu baik atau buruk.
No comments:
Post a Comment