Saturday, August 30, 2025

Sajadahku Oleh Goly Amin Priyono

Suasana pagi yang cerah  diiringi  semilir angin menambah syahdu pagi itu. seperti biasanya Galih menjalani aktivitasnya. Sebut saja Galih. 

Hari-hari Galih di isi dengan aktivitas yang sama, dari mulai bangun pagi, bekerja dan pulang dalam keadaan yang capai. Rutinitas yang sama terkadang membuatnya jenuh. Kegagalan hidup yang dialaminya membuatnya merenung atas semua peristiwa yang terjadi

Galih selalu mencoba membangun semangatnya yang hilang, dia mencoba untuk menemukan jatidirinya, Kegagalan dalam hidup ini justru membuat jadi terpacu untuk membuktikan kepada seseorang yang selama ini menyepelekannya. Tiga tahun sudah Galih hidup dalam kesendirian, Iya mencoba merenung apa yang salah dalam hidupnya.

"Apa yang salah dalam hidupku." 

"Apa yang aku targetkan ternyata meleset dari rencana." Ungkap Galih terbesit dalam benaknya.

Kegagalan demi kegagalan dari mulai kerja, keluarga dan kesehatan yang membuat dia berjuang dalam hidup dan mati.

Dalam tiga tahun dalam kesendiriannya, iya menemukan banyak hal yang selama ini hilang, Satu persatu iya jalani dan yakini, hingga menemukan ketenangan hati dan ketentraman jiwa. Galih sadar apa yang di lakukan selama ini hanya memikirkan urusan dunia tanpa memikirkan urusan akhirat.

Kejenuhan dan kegagalan dalam hidup menjadi pemacu untuk melakukan aktivitas yang selama ini hilang. Rutinitas shalat malam iya jalani dengan istiqomah, yang tidak lain adalah untuk memperoleh ketenangan jiwa dan  mendekatkan diri kepada sang pencipta dan di saat yang bersamaan Galih juga mencoba untuk memperbaiki diri, iya belajar dari motivasi diri dari orang lain. Hal itulah yang membuatnya kembali tenang dan semangat dalam menjalani kehidupan. 

Memasuki tahun ajaran baru Galih terlibat dalam kegiatan sekolah yaitu menjadi panitia penerimaan siswa baru. Hal inilah kesempatan yang di pakai Galih untuk membuktikan kepada teman temannya, bahwa dia mampu. Kesempatan ini tidak di sia-siakan Galih untuk memberikan yang terbaik bagi sekolahnya.

Penerimaan siswa baru pun di mulai, hari-hari dij alani dengan senyum, menerimanya dengan tulus dan memberikan arahan apabila ada berkas yang kurang, iya hanya pengin memberikan pelayanan yang terbaik kepada orang tua yang mau menyekolahkan anaknya di situ.

Ketulusan Galih dalam hal pelayanan iya lakukan untuk memberikan pelayanan terbaik buat sekolahnya. Galih tidak mengharapkan apapun dari sekolah, soal hasil adalah bonus yang di berikan sang pencipta.

Hari itu adalah hari terakhir semua panitia di kumpulkan dan melakukan sebuah evaluasi, tanpa basa basi ketua panitia menyampaikan capaian selama pendaftaran dan nama Galih di sebutkan sebagai petugas pelayanan yang memiliki trafik paling bagus. 

Ketulusan yang iya jalani pada akhirnya bisa membuktikan bahwa dengan ketulusan dan pelayanan terbaik menjadikan dirinya di nobatkan sebagai operator dengan trafik paling tinggi dan bisa memberikan kesan yang baik bagi lingkungan kerjanya.

No comments:

Post a Comment

FOKUS YANG KAMU KERJAKAN Oleh Goly Amin Priyono

 Siang itu cuaca tampak cerah membuat suasana cukup panas. Ratih adalah seorang pelajar yang sedang menempuh pendidikannya di sekolah harapa...