Saturday, August 30, 2025

Sepasang Mata Bola Oleh Goly Amin Priyono



Malam itu tepat pukul 20.00 WIB, Galih sampai kota tujuannya Yogyakarta. Kereta api yang membawanya sampai juga di stasiun. Suasana yang ramai pada saat itu tepat bersamaan dengan libur nasional.

Selepas dari stasiun dia langsung menuju tempat favoritnya, di situ dia bertemu dengan adiknya yang bernama Revan.

Suasana kota yogyakarta yang kental dengan kekhasannya budaya dan seninya di tambah alunan suara musik bergema di tempat itu hingga membuatnya larut dalam kegembiraan. Sambil meminum secangkir kopi kesukaannya kami pun berbincang banyak tentang pengalamannya.

"Gimana kabarnya de"tanya Galih dengan santai
" Alhamdulillah mas kami sekeluarga sehat" jawab Revan dengan sedikit senyum.

Revan tinggal di Yogyakarta iya hidup dengan keluarga kecilnya, Revan bekerja di salah satu dinas di kota itu, hari-harinya di lalui dengan keluarga kecilnya itu.

Dia menceritakan keseharian bersama keluarga tercintanya. Jam menunjukkan pukul 22.00 WIB. Mereka pun akhirnya pulang ke rumah Revan. Sesampainya di rumah revan kondisi Galih sudah capai hingga akhirnya mereka pun tidur terlelap sampai pagi.

Keesokan harinya mereka ngobrol tentang keseharian keluarganya.

"Aku itu kalau pagi atau sore ngga mengharuskan masak mas? Celoteh Revan kepada Galih.
"Kenapa?" Tanya Galih dengan penuh keheranan
"Aku lebih mementingkan kebersamaan mas" jawab Revan dengan serius

Ternyata waktu untuk kebersamaan dengan keluarga kecilnya sangat terbatas. Dia pulang kerja sudah sore sedangkan kalau istrinya masak butuh waktu yang lama. Oleh karenanya dia siasati dengan makan di luar rumah dan waktu kebersamaan pun jadi lebih lama bercengkrama dengan keluarganya.

Galih pun serius mencermati apa yang di sampaikan Revan. Di situ kita bisa belajar bahwa waktu kebersamaan dengan keluarga kecil sangat di butuhkan untuk membangun komunikas dengan istrinya. Komunikasi yang baik akan tercipta dan meminimalisir masalah yang bisa terjadi sewaktu waktu.

Kebersamaan juga bisa di pakai tidak hanya lingkup keluarga tapi juga lingkup yang lebih luas lagi kaya tempat kerja, sekolah atau lingkungan tempat kita tinggal.

Terkadang masalah timbul karena kurangnya komunikasi yang dibangun, tapi berorientasi kepada ego kita tanpa memikirkan orang lain. Padahal ego kita belum tentu benar. 

Manusia juga terobsesi dengan pengakuan sehingga lebih mementingkan ego mereka. Manusia pengin terlihat pintar di mata manusia yang lain.

Dan pada dasarnya manusia di mata sang pencipta adalah sama dan sejatinya manusia hidup itu hanya mengikuti  dan menerima apa yang menjadi takdir Nya.



No comments:

Post a Comment

FOKUS YANG KAMU KERJAKAN Oleh Goly Amin Priyono

 Siang itu cuaca tampak cerah membuat suasana cukup panas. Ratih adalah seorang pelajar yang sedang menempuh pendidikannya di sekolah harapa...