Wednesday, September 10, 2025

Jam Pasir Ajaib Oleh Goly Amin Priyono

 Lintang seorang anak yang sangat suka membaca buku sejarah, sering membayangkan bagaimana rasanya hidup di masa lalu. Suatu sore, saat menjelajahi loteng rumah neneknya yang berdebu, ia menemukan sebuah kotak kayu tua yang tersembunyi di balik tumpukan kain.

Di dalam kotak, tergeletak jam pasir yang aneh. Bukan pasir biasa yang mengalir di dalamnya, melainkan butiran-butiran cahaya keemasan yang berkilauan. Di dasarnya, terukir simbol-simbol kuno yang belum pernah Lintang lihat sebelumnya.


Tanpa berpikir panjang, Lintang membalik jam pasir itu. Seketika, butiran cahaya keemasan mulai mengalir dengan cepat. Ruangan di sekelilingnya berputar, warna-warna menyatu menjadi pusaran, dan suara gemuruh memenuhi telinganya.

Ketika semuanya tenang kembali, Lintang menemukan dirinya berdiri di tengah hutan lebat. Udara terasa lebih segar, dan suara-suara hewan terdengar asing. Ia melihat dinosaurus raksasa sedang mengunyah dedaunan di kejauhan! Ia telah kembali ke zaman prasejarah!

Lintang begitu takjub. Ia menghabiskan beberapa saat mengamati makhluk-makhluk purba itu, menjaga jarak aman. Ia tahu ia tidak boleh mengganggu mereka, atau ia mungkin mengubah sejarah.

Setelah beberapa saat, Lintang membalik jam pasir itu lagi, ingin melihat era lain. Kali ini, ia mendarat di sebuah kota futuristik dengan gedung-gedung pencakar langit yang menjulang tinggi dan kendaraan terbang melintas di udara.

Ia bertemu dengan seorang penemu muda bernama Orion, yang sedang mengerjakan robot pelayan. Orion menjelaskan bagaimana teknologi telah mengubah kehidupan, tetapi juga tantangan baru yang muncul.

Lintang merasa senang dengan petualangannya, tetapi ia juga mulai merindukan rumah. Ia sadar bahwa setiap era memiliki keindahan dan tantangannya sendiri, dan bahwa masa kini juga tak kalah berharganya.

Dengan hati-hati, Lintang membalik jam pasir untuk terakhir kalinya. Butiran cahaya keemasan mengalir, dan ia merasakan tarikan yang kuat kembali ke masanya sendiri.

Ia membuka mata dan menemukan dirinya kembali di loteng neneknya, jam pasir ajaib tergeletak di sampingnya. Lintang tersenyum, hatinya penuh dengan cerita-cerita luar biasa. Ia tahu, petualangan terbesarnya adalah menghargai setiap momen di waktu sekarang.





No comments:

Post a Comment

FOKUS YANG KAMU KERJAKAN Oleh Goly Amin Priyono

 Siang itu cuaca tampak cerah membuat suasana cukup panas. Ratih adalah seorang pelajar yang sedang menempuh pendidikannya di sekolah harapa...