Perjalanan ke arah barat disertai dengan rintik-rintik hujan menyertai Galih dan serombongan menuju kota kembang bandung. Suasana sore yang ramai dan jalanan yang padat karena sore itu bertepatan dengan menjelang libur nasional.
Tepat pukul 22.15 WIB mereka sampai di penginapan, kondisi penginapan yang jauh dari jalan besar ditambah rasa capai membuat mereka langsung merebahkan badan.
Keesokan harinya tepat pukul 04.00 WIB Galih dan temannya menuju masjid Aljabar, nuansa islami melekat di masjid itu, jamaah banyak para pendatang yang memang sengaja ingin melihat keindahan masjid.
Karena keunikannya Galih pun bertanya kepada petugas yang ada di situ.
"Gimana sie sejarah masjid ini"tanya Galih kepada petugas dengan penuh tanda tanya.
"Gini mas itu yang merancang bangunan itu gubernur Ridwan Kamil mas?jawab petugas menjawab pertanyaan Galih.
Petugas pun menerangkan secara detail.
Masjid Raya Al-Jabbar merupakan ikon baru keislaman yang berdiri megah di Kota Bandung, Jawa Barat. Pembangunan masjid ini dimulai pada tahun 2017 dan selesai pada akhir tahun 2020, diprakarsai oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
Konsep arsitektur masjid ini menggabungkan unsur futuristik dengan budaya lokal, menciptakan desain unik yang memukau. Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini juga dirancang sebagai pusat edukasi dan wisata religi bagi masyarakat.
Keunikan Arsitektur dan Desain
Desainnya sangat berbeda dari masjid pada umumnya, menggabungkan elemen modern dengan keindahan geometris Islami pada kubah prisma dan fasad kaca yang berwarna-warni.
Konsep "Terapung":
Masjid ini dibangun mengelilingi danau, memberikan kesan terapung di atas air dan menyempurnakan pantulan bentuk masjid di permukaan air.
Bagian dalam masjid didesain tanpa tiang penyangga, menciptakan ruang yang luas dan memberikan kesan megah serta agar jamaah terasa kecil di hadapan Tuhan, demikian penjelasan Ridwan Kamil.
Fasad masjid menggunakan ribuan lembar kaca dengan bentuk geometris yang memancarkan cahaya alami dan warna-warni indah ketika terkena sinar matahari.
Unsur Filosofis dan Simbolis
Desain masjid didasarkan pada rumus matematika, terinspirasi dari ilmu Aljabar yang identik dengan kejayaan Islam dalam ilmu pengetahuan.
Terdapat 27 pintu di dalam masjid yang melambangkan 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, dengan ukiran batik yang berbeda-beda sesuai kekhasan masing-masing daerah.
Keempat menara yang tinggi, masing-masing 99 meter, terinspirasi dari jumlah Asmaul Husna.
Galih terkesima dengan penjelasan petugas di masjid itu. Galih akhirnya ijin pamit ke petugas.
"Dah dulu ya pak, mau melanjutkan perjalanan"ungkap Galih dengan dengan senyum di bibirnya.
Galih pun banyak belajar dari pengalaman yang luar biasa bahwa masjid selain untuk ibadah juga bisa tempat wisata religi. Masjid yang menggambarkan keragaman budaya dan pengingat bahwa manusia dihadapan Illahi terasa kecil. Maka jangan pernah untuk menyombongkan diri

No comments:
Post a Comment