Suasana mendung waktu itu tepat pukul 13.00 WIB, Galih beserta temannya berhenti di sebuah warung makan yang namanya tergolong sangat unik, nama warung makan tersebut "Warung kehidupan tidak pernah berakhir."warung ini bertempat di kota Bandung barat, suasana warung makan pada saat itu ramai pengunjung membuat Galih tergelitik untuk masuk ke dalam warung makan tersebut.
"Mas ayo kita makan dulu di depan ada warung makan ."tanya Galih dengan sangat antusias karena selain lapar juga nama warungnya yang sangat unik.
"Ya ayoh lih"sahut teman Galih dengan sedikit penasaran.
Mereka akhirnya masuk ke warung makan itu, di situ mereka lihat banyak pengunjung yang sedang makan siang.
Galih penasaran setelah masuk di warung itu ternyata pengunjungnya orang berkulit putih dengan mata sipit, membuat Galih ragu mau makan disitu.
Belum lagi Galih hanya membawa uang pas pasan.
"Waduh yang makan disini ternyata orang berduit semua"ungkap Galih dengan sedikit ragu.
"Ngga papa ayo makan aja, kalau duit kita kurang kita bisa meninggalkan KTP kita."seloroh teman Galih dengan tertawa.
"Ah kamu ada ada saja mas."ungkap Galih membalas guyonan temannya.
Mereka berdua akhirnya memesan makanan dan melahapnya dengan cepat karena memang berdua sudah sangat lapar.
"Ayo siapkan KTP mu lih."tawa temannya meledek Galih.
Dengan sedikit ragu mereka kemudian menuju kasir yang ada di warung itu.
" Berapa mba"tanya Galih kepada pelayan yang ada disitu.
"Per porsi 30.000 ribu rupiah."jawab pelayan toko itu.
Akhirnya Galih membayarnya dan sedikit keheranan karena warung semegah itu dengan sajian yang beragam ternyata harga makanannya terjangkau.
Galih kemudian berupaya mencari informasi tentang warung itu, ternyata warung itu memberikan inspirasi tentang hidup sehat dan peduli terhadap lingkungan.
"Kehidupan Tidak Pernah Berakhir" (KTNB) adalah restoran vegan terkenal di Bandung yang didirikan dengan pesan filosofis dan kampanye gaya hidup sehat serta lingkungan. Restoran ini menyajikan menu-menu vegan yang menggugah selera, menawarkan konsep unik dengan harga terjangkau, dan bertujuan menginspirasi orang untuk hidup lebih sehat dan peduli lingkungan."
Setelah Galih tau tentang informasi itu. Galih kemudian melanjutkan perjalanan. Dia bisa mengambil hikmah dari apa yang iya jumpai bahwa kehidupan akan terus berjalan maka kita harus hidup sehat karena kesehatan mahal harganya dan peduli terhadap lingkungan karena lingkungan tidak hanya di butuhkan oleh generasi sekarang tetapi generasi yang akan datang.

No comments:
Post a Comment